Window Shopping Tingkatkan Pemahaman dan Pencegahan Mengenai Bahaya Narkoba
Permasalahan
narkoba di Indonesia masih merupakan sesuatu yang sangat komplek. Terbukti
dengan bertambahnya jumlah penyalahguna atau pecandu narkoba secara signifikan,
seiring meningkatnya pengungkapan kasus tindak kejahatan narkoba yang semakin
beragam polanya dan semakin masif pula jaringan sindikatnya. Dampak dari
penyalahgunaan narkoba tidak hanya mengancam kelangsungan hidup dan masa depan
penyalahgunanya saja, namun juga masa depan bangsa dan negara, tanpa membedakan
strata sosial, ekonomi, usia maupun tingkat pendidikan. Masalah penyalahgunaan
narkoba ini bukan saja merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian bagi
negara Indonesia, melainkan juga bagi dunia Internasional.
Perdedaran
narkoba sudah sangat luas bahkan sudah menjadi musuh nyata bagi orang tua, saat
ini remaja sangat rentan terpengaruh oleh narkoba. Untuk itu, Pendidikan
merupakan salah satu pihak yang berkewajiban dan bertanggung jawab dalam upaya
pencegahan penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja. Karena remaja merupakan
objek yang secara emosional masih labil, sehingga sangat rentan untuk
menggunakan narkoba. Mulai dari rasa ingin tahu, mau coba-coba, ikut-ikutan
teman, rasa solidaritas grup yang kuat dan memilih lingkungan yang salah sampai
dengan faktor keluarga yang kurang perhatian dan lain sebagainya. Disamping
dari objek sasarannya yang labil, sekolah menjadi tempat yang rentan untuk
peredaran narkoba. Dalam hal ini diperlukan bimbingan kepada peserta didik untuk membantu memberikan
pemahaman dan melakukan pencegahan sedini mungkin mengenai bahaya akan
penggunaan narkoba.
Narkoba
merupakan singkatang dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.
Narkoba merupakan singkatang dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif
lainnya. Istilah narkoba erring disebut dengan NAPZA. Pengertian menurut
undangundang Republik Indonesia No.22/1997, narkoba adalah zat atau obat yang
berasal dari tanaman atau bukan tananman baik sintetis maupun semisintetis yang
dapat menyebabkan dan dapat menimbulkan ketergantungan.
Narkoba,
singkatan narkotika, obat, dan bahan berbahaya, adalah sekelompok obat, bahan,
atau zat bukan makanan jika diminum, diisap, ditelan, atau disuntikan akan
berpengaruh pada kerja tubuh, terutama otak, dan sering menimbulkan
ketegantungan. Karena pengaruhnya pada kerja otak, narkoba mengubah prasaan,
cara berfikir, dan perbuatan seseorang.
Dampak
penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang
dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum,
dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial
seseorang.
Dengan melihat fenomen yang
ada terkait dengan bahaya narkoba maka tugas Guru BK di sekolah adalah membantu
memberikan pemahaman dan pencegahan terkait dengan permasalaham narkoba. Dalam
hal ini Guru BK berupaya menggunakan metode window shopping sebagai metode yang
diterapkan.
Menurut
Rahma, W (2017 : Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia, Vol. 2, No. 2) Window
Shopping adalah model pembelajaran berbasis kerja kelompok dengan melakukan
berbelanja keliling melihat-lihat hasil karya kelompok lain untuk menambah
wawasannya.
Metode
window shopping (belanja hasil karya) akan mengantarkan siswa pada penanaman
karakter kerjasama, keberanian, demokratis, rasa ingin tahu, interaksi antar
teman, dan bertanggung jawab (USAID, 2015). Siswa dapat berbelanja secara aktif
dan dinamis dengan memajang hasil karya secara kreatif. Dua orang dari masing-masing
kelompok menjaga hasil karya mereka (menjaga stand/toko). Anggota kelompok
lainnya mengunjungi stand untuk melihat hasil karya kelompok lainnya
(berbelanja) dengan memberi komentar dan penilaian sehingga setiap peserta
dalam kelompok dapat memicu kreativitasnya. Layanan seperti ini dapat
menimbulkan situasi yang menyenangkan, tetapi tetap efektif sesuai tujuan layanan
yang dicapai. Keunikan yang terdapat dalam model layanan ini peserta tidak
hanya melihat-lihat hasil pekerjaan kelompok lain tetapi juga mencatat hasil
pekerjaan tersebut untuk saling berbagi dengan anggota kelompoknya. Sehingga
setiap anggota atau kelompok tamu yang berkunjung juga berbelanja ilmu atau
mendapatkan ilmu untuk oleh-oleh anggota lainnya khususnya anggota yang
bertugas sebagai “penjaga stand /toko”.
Tujuan metode window shopping antara lain:
(1) menarik peserta didik ke dalam topik yang akan dipelajari
(2) memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan pengetahuan dan keyakinan mereka tentang topik yang akan di bahas (pemahaman yang benar maupun yang keliru)
(3) Mengajak peserta didik menemukan hal yang lebih dalam dari pengetahuan yang sudah mereka peroleh
(4) Memungkinkan peserta didik mengembangkan pengetahuan dan keterampilan (seperti berfikir, meneliti, berkomunikasi, dan bekerjasama) dalam mengumpulkan informasi baru
(5) Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memilah, mengolah dan menyajikan informasi dan pemahaman baru yang diperoleh
(6)
memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menentukan sendiri cara
mendemonstrasikan hal yang telah dipelajari (pemahaman, keterampilan, sikap dan
nilai).
Langkah-langkah model pembelajaran window shopping (kunjungan galeri :
(1) peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok yang beranggotakan 4-5 orang
(2) Setiap kelompok diberikan kertas karton
(3) Menentukan topik atau tema pelajaran
(4) tiap kelompok mendiskusikan apa yang didapatkan oleh para anggotanya dari pelajaran yang mereka ikuti
(5) tiap kelompok membuat sebuah daftar pada kertas yang telah diberikan yang berisi hasil pembelajaran
(6) tiap kelompok menempel hasil kerjanya di dinding
(7) perwakilan kelompok berputar mengamati hasil kerja kelompok lain
(8) salah satu wakil kelompok menjelaskan setiap apa yang
ditanyakan oleh kelompok lain. Dalam hal ini diperlukan pembagian tugas dalan
kelompok yaitu ada anggota yang menjaga karya mereka untuk menjelaskan isinya
kepada pengunjung dan ada pula anggota yang berkeliling untuk menggali
informasi pada galeri kelompok lainnya.
Dari
uraian diatas dapat disimpulkan bahwa metode window shopping dapat diterapkan
pada metode layanan bimbingan klasikal untuk dapat meningkatkan pemahaman dan
melakukan pencegahan terkait dengan permasalahan narkoba, dengan cara semua
peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok, setiao kelompok saling berdiskusi
mengenai bahaya narkoba dengan kelompok kemudian ditulis pada kertas yang
tersedia, hasil diskusi ditempel pada dinding kelas, perwakilan tiap kelompok untuk
berputar mengamati hasil kerja kelompok lain pada dinding, kemudian wakil dari
kelompok untuk memaparkan hasil pengamatannya. Cara ini efektif untuk meningkatkan
pemahaman dan pencegahan permasalahan narkoba.
Post a Comment for "Window Shopping Tingkatkan Pemahaman dan Pencegahan Mengenai Bahaya Narkoba"