Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

VISI SMP NEGERI 1 KALORAN :’TERBENTUKNYA GENERASI YANG BERTAQWA, CERDAS, TERAMPIL, BERAKHLAK MULIA, MENJUNJUNG TINGGI KEARIFAN LOKAL DAN PEDULI LINGKUNGAN'

Window Shopping Tingkatkan Pemahaman dan Pencegahan Mengenai Bahaya Narkoba



Oleh : Didin Oktavia, S.Pd

Permasalahan narkoba di Indonesia masih merupakan sesuatu yang sangat komplek. Terbukti dengan bertambahnya jumlah penyalahguna atau pecandu narkoba secara signifikan, seiring meningkatnya pengungkapan kasus tindak kejahatan narkoba yang semakin beragam polanya dan semakin masif pula jaringan sindikatnya. Dampak dari penyalahgunaan narkoba tidak hanya mengancam kelangsungan hidup dan masa depan penyalahgunanya saja, namun juga masa depan bangsa dan negara, tanpa membedakan strata sosial, ekonomi, usia maupun tingkat pendidikan. Masalah penyalahgunaan narkoba ini bukan saja merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian bagi negara Indonesia, melainkan juga bagi dunia Internasional.

Perdedaran narkoba sudah sangat luas bahkan sudah menjadi musuh nyata bagi orang tua, saat ini remaja sangat rentan terpengaruh oleh narkoba. Untuk itu, Pendidikan merupakan salah satu pihak yang berkewajiban dan bertanggung jawab dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja. Karena remaja merupakan objek yang secara emosional masih labil, sehingga sangat rentan untuk menggunakan narkoba. Mulai dari rasa ingin tahu, mau coba-coba, ikut-ikutan teman, rasa solidaritas grup yang kuat dan memilih lingkungan yang salah sampai dengan faktor keluarga yang kurang perhatian dan lain sebagainya. Disamping dari objek sasarannya yang labil, sekolah menjadi tempat yang rentan untuk peredaran narkoba. Dalam hal ini diperlukan bimbingan kepada peserta didik untuk membantu memberikan pemahaman dan melakukan pencegahan sedini mungkin mengenai bahaya akan penggunaan narkoba.

Narkoba merupakan singkatang dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Narkoba merupakan singkatang dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Istilah narkoba erring disebut dengan NAPZA. Pengertian menurut undangundang Republik Indonesia No.22/1997, narkoba adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tananman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Narkoba, singkatan narkotika, obat, dan bahan berbahaya, adalah sekelompok obat, bahan, atau zat bukan makanan jika diminum, diisap, ditelan, atau disuntikan akan berpengaruh pada kerja tubuh, terutama otak, dan sering menimbulkan ketegantungan. Karena pengaruhnya pada kerja otak, narkoba mengubah prasaan, cara berfikir, dan perbuatan seseorang.

Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang.

Dengan melihat fenomen yang ada terkait dengan bahaya narkoba maka tugas Guru BK di sekolah adalah membantu memberikan pemahaman dan pencegahan terkait dengan permasalaham narkoba. Dalam hal ini Guru BK berupaya menggunakan metode window shopping sebagai metode yang diterapkan.

Menurut Rahma, W (2017 : Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia, Vol. 2, No. 2) Window Shopping adalah model pembelajaran berbasis kerja kelompok dengan melakukan berbelanja keliling melihat-lihat hasil karya kelompok lain untuk menambah wawasannya.

Metode window shopping (belanja hasil karya) akan mengantarkan siswa pada penanaman karakter kerjasama, keberanian, demokratis, rasa ingin tahu, interaksi antar teman, dan bertanggung jawab (USAID, 2015). Siswa dapat berbelanja secara aktif dan dinamis dengan memajang hasil karya secara kreatif. Dua orang dari masing-masing kelompok menjaga hasil karya mereka (menjaga stand/toko). Anggota kelompok lainnya mengunjungi stand untuk melihat hasil karya kelompok lainnya (berbelanja) dengan memberi komentar dan penilaian sehingga setiap peserta dalam kelompok dapat memicu kreativitasnya. Layanan seperti ini dapat menimbulkan situasi yang menyenangkan, tetapi tetap efektif sesuai tujuan layanan yang dicapai. Keunikan yang terdapat dalam model layanan ini peserta tidak hanya melihat-lihat hasil pekerjaan kelompok lain tetapi juga mencatat hasil pekerjaan tersebut untuk saling berbagi dengan anggota kelompoknya. Sehingga setiap anggota atau kelompok tamu yang berkunjung juga berbelanja ilmu atau mendapatkan ilmu untuk oleh-oleh anggota lainnya khususnya anggota yang bertugas sebagai “penjaga stand /toko”.

Tujuan metode window shopping antara lain: 

(1) menarik peserta didik ke dalam topik yang akan dipelajari

(2) memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan pengetahuan dan keyakinan mereka tentang topik yang akan di bahas (pemahaman yang benar maupun yang keliru)

(3) Mengajak peserta didik menemukan hal yang lebih dalam dari pengetahuan yang sudah mereka peroleh

(4) Memungkinkan peserta didik mengembangkan pengetahuan dan keterampilan (seperti berfikir, meneliti, berkomunikasi, dan bekerjasama) dalam mengumpulkan informasi baru

(5) Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memilah, mengolah dan menyajikan informasi dan pemahaman baru yang diperoleh

(6) memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menentukan sendiri cara mendemonstrasikan hal yang telah dipelajari (pemahaman, keterampilan, sikap dan nilai).

Langkah-langkah model pembelajaran window shopping (kunjungan galeri : 

(1) peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok yang beranggotakan 4-5 orang

(2) Setiap kelompok diberikan kertas karton

(3) Menentukan topik atau tema pelajaran

(4) tiap kelompok mendiskusikan apa yang didapatkan oleh para anggotanya dari pelajaran yang mereka ikuti

(5) tiap kelompok membuat sebuah daftar pada kertas yang telah diberikan yang berisi hasil pembelajaran

(6) tiap kelompok menempel hasil kerjanya di dinding

(7) perwakilan kelompok berputar mengamati hasil kerja kelompok lain

(8) salah satu wakil kelompok menjelaskan setiap apa yang ditanyakan oleh kelompok lain. Dalam hal ini diperlukan pembagian tugas dalan kelompok yaitu ada anggota yang menjaga karya mereka untuk menjelaskan isinya kepada pengunjung dan ada pula anggota yang berkeliling untuk menggali informasi pada galeri kelompok lainnya.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa metode window shopping dapat diterapkan pada metode layanan bimbingan klasikal untuk dapat meningkatkan pemahaman dan melakukan pencegahan terkait dengan permasalahan narkoba, dengan cara semua peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok, setiao kelompok saling berdiskusi mengenai bahaya narkoba dengan kelompok kemudian ditulis pada kertas yang tersedia, hasil diskusi ditempel pada dinding kelas, perwakilan tiap kelompok untuk berputar mengamati hasil kerja kelompok lain pada dinding, kemudian wakil dari kelompok untuk memaparkan hasil pengamatannya. Cara ini efektif untuk meningkatkan pemahaman dan pencegahan permasalahan narkoba.

 



                                                                                                                          

  

Post a Comment for "Window Shopping Tingkatkan Pemahaman dan Pencegahan Mengenai Bahaya Narkoba"